• Home
  • Posts RSS
  • About Me
Blue Orange Green Pink Purple

Semua Berawal dari Ilmu !

Ilmu adalah sumber kehidupan manusia di bumi, mulai dari yang mendasar hingga yang tidak bisa direkam oleh panca indra sekalipun. Mulai dari makan, minum itu memerlukan ilmu, makanan dan minuman apa saja yang harus kita konsumsi guna menjaga stabilitas kesehatan tubuh kita. Dalam beribadah pun kita memerlukan ilmu agar ibadah kita tidak sia-sia karena mengetahui hakikat dari ibadah yang kita jalankan. Maka, mari kita budayakan mencari ilmu dan berbagi ilmu, sekalipun itu merupakan suatu hal ynag remeh.

ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI)

Etika dan Profesionalisme dalam TSI dapat dijabarkan menjadi 3 dasar pengertian untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai etika, profesionalisme dan TSI itu sendiri, karena dirasa sangat penting, berikut penjelasannya:

A.    Pengertian Etika

Pengertian Etika secara (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani, Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Dapat dikatakan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Sedangkan menurut James J. Spillane SJ, etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.
Macam-macam Etika


Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis, yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). Manusia disebut etis, ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya, antara rohani dengan jasmaninya, dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika, terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23), sebagai berikut:
1.       Etika Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
2.       Etika Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan normanorma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:
a)       Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
b)      Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
B.     Pengertian Profesionalisme

Pengertian Profesionalisme adalah suatu komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat meningkatkan kemampuannya dengan secara terus menerus atau berkelanjutan. “Profesionalisme” ialah  sebutan yang mengacu ke arah suatu sikap mental didalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk dapat senantiasa mewujudkan serta meningkatkan kualitas profesionalnya.
Tiap-tiap manusia dituntut untuk dapat  mempunyai profesionalisme disebabkan karena di dalam profesionalisme itu terkandung suatu kepiawaian atau keahlian didalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, kemampuan, waktu, tenaga, sember daya, dan juga  suatu  strategi pencapaian yang dapat memuaskan semua bagian ataupun elemen. Profesionalisme tersebut juga dapat merupakan perpaduan antara kompetensi serta karakter yang menunjukkan adanya suatu tanggung jawab moral. Adapun kode etik profesi merupakan sarana untuk membantu para pelaksana sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi.
Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi dari kode etik profesi:
1.       Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
2.       Kode etik profesi merupakan sarana control social bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi,  sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja (kalanggan social).
3.       Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaanyang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi dilain instansi atau perusahaan.

C.     Pengertian Teknologi Sistem Informasi

Teknologi Informasi (TI),atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal dengan sebutan Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan sangat tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan perangkat genggam modern ( misalnya ponsel ).
Sistem Informasi (SI) adalah Sebuah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi untuk mendukung operasi dan manajemen-manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?

Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme adalah agar dalam sebuah pekerjaan yang membutuhkan sikap dan tanggung jawab,manusia lebih baik saat mengetahui aturan aturan yang harus dipenuhi sehingga Manusia yang memiliki etika baik juga akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain. Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dapat membuat seorang menjadi pribadi yang mengetahui apa tanggung jawab dan sikap yang bernar yang harus ia ambil dan putuskan. profesionalisme juga membuat seseorang menjadi paham benar apa yang harus dikerjakan dan mendidik untuk menjadi manusia yang berkualitas.
Etika dalam teknologi informasi bertujuan agar seseorang dapat:
1.       Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
2.       Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
3.       Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.
Tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi :
1.       Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
2.       Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
3.       Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
4.       Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
5.       Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.
              
Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI?
Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.
Ada empat isu-isu etika yang harus diperhatikan, yakni:
1.       Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2.       Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3.       Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4.       Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI?
Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.
Secara umum, pekerjaan di bidang IT terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya yaitu :
Mereka yang bekerja di bidang perangkat lunak (software), seperti :
a.       Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
b.       Programer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
c.       Web designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
d.       Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
a.       Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.
b.       Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan seperti :
a.       EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
b.       System Administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem



Sumber:
http://www.seputarpengetahuan.com/2015/10/15-pengertian-etika-menurut-para-ahli-terlengkap.html
http://duniabaca.com/pengertian-etika-dan-macam-macamnya.html
http://www.pendidikanku.org/2015/07/pengertian-etika-pengertian-profesi-pengertian-etika-profesi-pengertian-profesionalisme.html
http://www.ayuindriati.com/2016/03/etika-dan-profesionalisme-tsi-softskill.html
http://www.septianbudi.com/berita-110-pengertian-etika-dan-profesionalisme-dalam-teknologi-sistem-informasi.html
http://ribhy.ini-aja.com/ep-tsi-2011/etika-dan-profesionalisme-it/

Read More 0 komentar | Diposting oleh Unknown edit post

0 komentar



Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Beranda Sains

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Beranda Sains

    Barang siapa yang menghendaki dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki keduanya maka harus dengan ilmu

    Fajrul Islam Present

    Website Fajrul Islam UG
    Facebook Fajrul Islam UG
    Twitter Fajrul Islam UG

    About Me !

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Total Tayangan Halaman

    Supported by

    Blog Archive

    • ▼ 2017 (4)
      • ► Juni (1)
      • ► Mei (1)
      • ► April (1)
      • ▼ Maret (1)
        • ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM I...
    • ► 2016 (2)
      • ► Juni (2)
    • ► 2015 (13)
      • ► Desember (2)
      • ► November (3)
      • ► Oktober (4)
      • ► Juni (1)
      • ► April (1)
      • ► Maret (2)
    • ► 2014 (20)
      • ► Desember (6)
      • ► November (5)
      • ► Oktober (1)
      • ► Juni (3)
      • ► April (2)
      • ► Maret (2)
      • ► Januari (1)
    • ► 2013 (16)
      • ► Desember (2)
      • ► November (2)
      • ► Oktober (2)
      • ► September (10)

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
    • ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI)
      Etika dan Profesionalisme dalam TSI dapat dijabarkan menjadi 3 dasar pengertian untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai etika, ...
    • CARA MEMBUAT GARIS VERTIKAL, HORIZONTAL DAN VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN OPEN GL PADA BAHASA JAVA
         Langkah untuk membuat Menu Membuat Garis pada Open GL dengan menggunakan bahasa pemrogramman java adalah: 1.      Buatlah statemen...
    • 6. ALINEA ATAU PARAGRAF
      Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beber...
    • 2. RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA
                     RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA A.     Ragam Bahasa Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. ...
    • 8. Abstraksi dan Daftar Pustaka
      A.     Pengertian Abstraksi Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ...
    • 3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan Tanda Baca
                             Ejaan Yang Disempurnakan dan Tanda Baca A.      Pengertian EYD EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata...
    • 1. PERAN DAN FUNGSI BAHASA
            PERAN DAN FUNGSI BAHASA A.     Pengertian Bahasa Bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua or...
    • IT Forensik
      A.   Pengertian Dalam dunia penyidikan, forensik di gunakan untuk mengungkap skandal yang terjadi pada suatu kasus dimana dugaan-dugaan s...
    • MODUS-MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
                  Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya sema...
    • Peraturan dan Regulasi Etika dan Profesionalisme TSI
      UU ITE "Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan h...

    Terjemahan

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Beranda Sains. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top