A. Pengertian
Abstraksi
Abstraksi
adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi
teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks.
Abstraksi juga merupakan sebuah proses yang ditempuh pikiran untuk sampai pada
konsep yang bersifat universal. proses ini berangkat dari pengetahuan mengenai
obyek individual yang bersifat spasiotemporal (ruang dan waktu). Pikiran
melepaskan sifat individual dari obyek dan membentuk konsep universal.
B.
Contoh Abstraksi
C.
Yang Dimuat dalam Abstraksi
Informasi dalam abstrak diharapkan
mencakup (a) latar belakang masalah, (b) rumusan masalah, (c) pendekatan atau
metode, (d) hasil, dan (e) kesimpulan pembahan. Masing-masing unsur-unsur itu
disebutkan secara ringkas tetapi mudah dipahami.
Abstrak tidak memuat informasi yang
yang tidak terdapat dalam tulisan yang utuh dan ditulis setelah tulisan selesai
dsusun. Oleh karena itu sebelum menulis abstrak sebaiknya naskah lengkapnya
dibaca beberapa kali sehingga abstrak yang ditulis dapat memberikan informasi
yang utuh.
Uraian abstrak biasanya diikuti
dengan pencantuman kata-kata kunci yang berjumlah paling sedikit tiga
kata/frase. Kata-kata kunci itu mencerminkan konsep-konsep utama yang dibahas
dalam tulisan itu. Tidak harus setiap kata kunci tertera pada uraian abstrak
tetapi harus terlihat pada isi tulisan. Kata-kata kunci yang dimaksud adalah
konsep bukan semua istilah yang dipakai dalam tulisan itu.
Jurnal
tertentu mepersyaratkan menuliskan abstrak setiap tulisan dalam bahasa Inggris.
Untuk memenuhi itu penulis hendaknya menyusun abstrak tersebut dengan
menyusunnya dalam bahasa Inggris, bukan dengan menerjemahkan versi bahasa
Indonesia ke dalam bahasa Inggris kata demi kata. Juga hendaknya dihindari
menerjemahkannya dengan menggunakan Trans Tool, program komputer, karena
hasilnya sengat buruk dilihat dari pilihan kata dan kaidah-kaidah bahasa
Inggris.Berikut ini diberikan contoh abstrak dalam bahasa Indonesia.
D.
Cara Membuat Abstraksi
Pertama,
latar belakang masalah menyebutkan situasi/kondisi yang menimbukan masalah dan
perlu untuk dikaji secara ilmiah. Latar belakang ini hendaknya sungguh-sungguh
aktual dan menarik bagi pembaca yang dinyatakan dalam dua atau tiga kalimat.
Keberhasilan dalam menggambarkan latar belakang masalah itu dengan menarik,
mendorong pembaca meneruskan membaca abstrak sampai selesai dan keseluruhan isi
n askah. Sebaliknya, kegagalan menarik perhatian pembaca melalui latar belakang
masalah ini, dapat membuat pembaca tidak melanjutkan membacanya.
Kedua,
rumusan masalah menyatakan hal pokok yang dibahas atau pertanyaan yang akan
dijawab dalam tulisan berikutnya. Masalah hendaknya dirumuskan dengan singkat
tanpa rincian, walaupun dalam isi tulisan masih dikembangkan menjadi beberapa
pertanyaan. Sudah barang tentu rumusan masalah terkait langsung dengan latar
belakang masalah yang diuraikan sebelumnya. Biasanya masalah tersebut
dirumuskan hanya dalam satu kalimat pemdek.
Ketiga,
pendekatan atau metodologi yang dipergunakan dalam mengkaji masalah itu
disebutkan yang utama saja , misalnya menyebutkan populasi tetapi tidak
menyebutkan teknik sampling dan jumlah sampel. Dalam menuliskan tentang
metodologi dihindari rumus-rumus statistik dalam pengolahan dan analisis data,
jadi sangat bersifat deskriptf dan singkat.
Keempat,
hasil berisi inti jawaban atau temuan yang diperoleh dari pembahasan yang
dilakukan. Hasil hendaknya disebutkan secara nyata tetapi tidak rinci dan kalau
perlu dapat mencantumkan data kuantitatif. Hendaknya tetap dijaga agar
informasi singkat tentang hasil itu menimbulkan keinginan pembaca mengetahui
lebih rinci dan lengkap sehingga menggugahnya membaca isi naskah secara
lengkap. Apabila rumusan hasil dituliskan secara lengkap dapat mengurangi
motivasi pembaca membaca isi naskah secara lengkap karena merasa telah
mengetahui hasilnya dengan m,embaca abstrak.
Kelima,
kalau hasil kajian menggambarkan temuan atau sintesis dari pembahasan, maka
kesimpulan menujukan arti dan implikasi hasil kajian. Kesimpulan, termasuk
saran yag diajukan atas dasar hasil /temuan kajian.. Sudah barang tentu
kesimpulan menjawab pertanyaan atau masalah yang dikemukakan sebelumnya.
Mengingat ketentuan dalam menulis abstrak, khususnya berkaitan dengan
panjangnya abstrak, kesimpulan dirumuskan secara padat tetapi menggambarkan
inti kajian. Uraian tentang latar belakang, maslah, pendekatan/metode, hasil,
dan kesimpulan disusun secara ringkas, terintegrasi, koheren, dan informatif
dalam satu paragraf yang utuh dan berdiri sendiri.
E.
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka yaitu
suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan
dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan,
Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai
dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. Mahasiswa, Dosen, Siswa
tidak boleh mencantumkan nama/judul buku, artikel/jurnal serta dokumen lainnya
baik cetak maupun internet yang tidak terdapat dalam daftar pustaka ini.
Mengingat arti Penting dari bagian karya ilmiah yang satu ini, maka mahasiswa,
dosen,siswa maupun masyarakat umum lainnya perlu mengetahui Cara dan Teknik
Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar.
Ada beberapa komponen
dalam Teknik Penulisan Daftar Pustaka yaitu :
·
Nama penulis dan nama keluarga (jika ada)
·
Ditempatkannya didepan nama kecil
·
Tahun Penerbitan
·
Judul Buku
·
Tempat Penerbitan
·
Nama Penerbit
F.
Contoh Daftar Pustaka
G.
Penulisan Daftar Pustaka yang Benar
Adapun beberapa
ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu
:
1. Bagi penulis yang
menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu,
sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali
dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
2. Gelar kesarjanaan
penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
3. Judul buku dicetak
miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang
bersambung sepanjang judul.
4. Baris pertama diketik
mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai
ketukan ke-7.
5. Jarak antara baris satu
dengan baris berikutnya satu spasi.
6. Jarak antara sumber satu
dengan sumber berikutnya dua spasi
Sedangkan untuk Cara Penulisan Daftar Pustaka dan teknik Penulisan Daftar Pustaka dibedakan berdasarkan sumbernya yaitu sumber dari Jurnal , buku, Internet, Peraturan Pemerintah , Perundang-undangan, Makalah, Karya Tulis serta Surat Kabar / Koran.
Sumber:
http://umcrifai.blogspot.co.id/2011/04/definisi-abstraksi.html
https://bintangsitepu.wordpress.com/2010/09/30/teknik-membuat-abstrak/
http://postingan-all.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-cara-membuat-dan-contoh.html



Posting Komentar