A.
Pengertian
Dalam dunia penyidikan, forensik di gunakan untuk mengungkap
skandal yang terjadi pada suatu kasus dimana dugaan-dugaan sementara yang
tadinya tidak memiliki bukti untuk di telusuri. Identitas dan bukti kejahatan
oleh tersangka tentunya akan di sembunyikan sebaik-baiknya supaya tidak akan
tertangkap oleh pihak berwajib. Dugaan kuat menjadi salah satu alasan
dilakukannya forensik pada orang tersebut, pihak berwenang akan memeriksa
secara menyeluruh mulai dari lingkungan, kenalan anda, dan bahkan barang-barang
pribadi.
Menurut Ruby Alamsyah, mengatakan bahwa komputer forensik atau
digital forensik ialah suatu ilmu yang menganalisis barang bukti secara digital
hingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Yang termasuk barang bukti
digital tersebut antara lain: laptop, handphone, notebook, dan alat teknologi
lain yang memiliki tempat penyimpanan dan dapat dianalisa.
Forensik sendiri mengalami perkembangan dimana penulusuran
dilakukan dengan tool menggunakan teknologi terkini. Teknologi untuk
menganalisa dan identifikasi untuk keperluan forensik di kembangkan tersendiri
untuk mendukung kerja kepolisian, misalnya dipekerjakannnya seorang pakar IT
untuk menggunakan komputer untuk keperluan forensik. Pada praktiknya terdapat
beberapa cabang pekerjaan untuk IT Forensik yang lebih spesifik seperti :
1.
Database
Forensik
Mengumpulkan
dan menganalisis database/table ataupun transaksi yang spesifik untuk
merekonstruksi data atau event yang telah terjadi pada sisten. Sistem database
yang memiliki fitur log audit akan memudahkan pekerjaan ini.
2.
Network
Forensik
Melihat dan
melakukan penelurusan terhadap traffic network untuk memeriksa kejanggalan.
Contohnya pemeriksaan paket data yang meningkat secara tidak wajar dan
kemungkinan terjadinya serangan DDoS.
3.
Mobile
device Forensik
Perkembangan
penggunaan smartphone semakin meningkat, penyimpanan data pada setiap individu
ataupun komunikasi yang dilakukan lewat device mobile dapat dilacak sepenuhnya
berdasarkan history yang tercatat pada log system, misalnya smartphone berbasis
android.
4.
Fotografi
Forensik
Salah satu
teknik forensik menggunakan analisa vektor untuk pembuktian media seperti
videoa digital yang kualitasnya buruk. Pelaku memalsukan bukti menggunakan
teknik pengolahan media seperti foto maupun video untuk menghindari kemungkinan
dirinya menjadi terdakwa.
Cabang pekerjaan IT forensik tidak hanya terbatas pada keempat hal
tersebut. Pengumpulan fakta, penelusuran, dan melakukan pembuktian terhadap hal
yang abu-abu adalah hal utama yang dilakukan oleh ahli forensik. Perkembangan
teknologi maupun jaman akan terus memperbanyak variasi penyelidikan menggunakan
media komputerisasi. Gabungan logika, pengalaman, pengetahuan, dan rasa
keadilan yang tinggi menjadikan bidang ini menjadi suatu seni untuk mengungkap
kasus-kasus hukum.
B.
Tujuan IT Forensik
Adapun tujuannya ialah untuk mengamankan dan menganalisis bukti
digital, serta memperoleh berbagai fakta yang objektif dari sebuah kejadian
atau pelanggaran keamanan dari sistem informasi. Berbagai fakta tersebut akan
menjadi bukti yang akan digunakan dalam proses hukum. Contohnya, melalui
Internet Forensik, kita dapat megetahui siapa saja orang yang mengirim email
kepada kita, kapan dan dimana keberadaan pengirim. Dalam contoh lain kita bisa
melihat siapa pengunjung website secara lengkap dengan informasi IP Address,
komputer yang dipakainya dan keberadaannya serta kegiatan apa yang dilakukan
pada website kita tersebut.
C.
Tahapan IT Forensik
Dalam melakukan prosesi dari IT Forensik diperlukan beberapa
tahapan, yakni:
1.
Pengumpulan
Data, Pengumpulan data yang tujuannya mengidentifikasi berbagai sumber daya
yang dianggap urgent dan bagaimana seluruh data dapat terhimpun dengan baik.
2.
Pengujian,
Pengujian mencakup suatu proses penilaian dan memilah berbagai informasi yang
sesuai dari semua data yang telah dikumpulkan, juga bypassing proses atau
meminimalisasi berbagai fitur dalam sistem operasi dan aplikasi yang bisa
menghilangkan data, seperti enkripsi, kompresi, akses mekanisme kontrol,
mengalokasi file, pemeriksanan pemetaanmeta data, mengekstrak file,dan lain –
lain.
3.
Analisis,
Yang dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan metode. Tugas dari analisis ini
mencakup banyak kegiatan, seperti mengidentifikasi user (pengguna) yang
terlibat secara tak langsung, lokasi, kejadiaan, perangkat, dan
mempertimbangkan bagaimana caranya agar semua komponen itu saling terhubung
sampai mendapatkan kesimpulan akhir.
4.
Dokumentasi
dan Laporan, Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil dokumentasi dan
laporan, antara lain sebagai berikut:
a.
Penjelasan
Alternatif (Alternative Explanations) – Seorang analis pada dasarnya harus
mampu menggunakan pendekatan yang berupa metode untuk menyetujui ataupun
menolak setiap penjelasan dari sebuah kasus atau perkara yang diajukan.
b.
Pertimbangan
Penilik (Audience Consideration) – Yaitu menyediakan data ataupun informasi
kepada audience yang sangat berguna dan diperlukan. Dalam sebuah kasus yang
melibatkan sejumlah aturan sangat dibutuhkan laporan yang spesifik berkaitan
dengan informasi data yang dikumpulkan. Selain itu juga sangat dibutuhkan
kopian dari setiap fakta yang diperoleh. Karena ini dapat menjadikan
pertimbangan yang sangat beralasan.
c.
Actionable
Information – Merupakan sebuah proses dokumentasi dan laporan yang mencakup
tentang identifikasi actionable information yang diperoleh dari sekumpulan
jumlah data terdahulu. Dengan bantuan sejumlah data tersebut, maka kita dapat
memperoleh dan mengambil informasi terbaru.
Sumber:

Posting Komentar