• Home
  • Posts RSS
  • About Me
Blue Orange Green Pink Purple

Semua Berawal dari Ilmu !

Ilmu adalah sumber kehidupan manusia di bumi, mulai dari yang mendasar hingga yang tidak bisa direkam oleh panca indra sekalipun. Mulai dari makan, minum itu memerlukan ilmu, makanan dan minuman apa saja yang harus kita konsumsi guna menjaga stabilitas kesehatan tubuh kita. Dalam beribadah pun kita memerlukan ilmu agar ibadah kita tidak sia-sia karena mengetahui hakikat dari ibadah yang kita jalankan. Maka, mari kita budayakan mencari ilmu dan berbagi ilmu, sekalipun itu merupakan suatu hal ynag remeh.

IT Forensik

A.  Pengertian
Dalam dunia penyidikan, forensik di gunakan untuk mengungkap skandal yang terjadi pada suatu kasus dimana dugaan-dugaan sementara yang tadinya tidak memiliki bukti untuk di telusuri. Identitas dan bukti kejahatan oleh tersangka tentunya akan di sembunyikan sebaik-baiknya supaya tidak akan tertangkap oleh pihak berwajib. Dugaan kuat menjadi salah satu alasan dilakukannya forensik pada orang tersebut, pihak berwenang akan memeriksa secara menyeluruh mulai dari lingkungan, kenalan anda, dan bahkan barang-barang pribadi.
Menurut Ruby Alamsyah, mengatakan bahwa komputer forensik atau digital forensik ialah suatu ilmu yang menganalisis barang bukti secara digital hingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan. Yang termasuk barang bukti digital tersebut antara lain: laptop, handphone, notebook, dan alat teknologi lain yang memiliki tempat penyimpanan dan dapat dianalisa.


Forensik sendiri mengalami perkembangan dimana penulusuran dilakukan dengan tool menggunakan teknologi terkini. Teknologi untuk menganalisa dan identifikasi untuk keperluan forensik di kembangkan tersendiri untuk mendukung kerja kepolisian, misalnya dipekerjakannnya seorang pakar IT untuk menggunakan komputer untuk keperluan forensik. Pada praktiknya terdapat beberapa cabang pekerjaan untuk IT Forensik yang lebih spesifik seperti :
1.      Database Forensik
Mengumpulkan dan menganalisis database/table ataupun transaksi yang spesifik untuk merekonstruksi data atau event yang telah terjadi pada sisten. Sistem database yang memiliki fitur log audit akan memudahkan pekerjaan ini.
2.      Network Forensik
Melihat dan melakukan penelurusan terhadap traffic network untuk memeriksa kejanggalan. Contohnya pemeriksaan paket data yang meningkat secara tidak wajar dan kemungkinan terjadinya serangan DDoS.
3.      Mobile device Forensik
Perkembangan penggunaan smartphone semakin meningkat, penyimpanan data pada setiap individu ataupun komunikasi yang dilakukan lewat device mobile dapat dilacak sepenuhnya berdasarkan history yang tercatat pada log system, misalnya smartphone berbasis android.
4.      Fotografi Forensik
Salah satu teknik forensik menggunakan analisa vektor untuk pembuktian media seperti videoa digital yang kualitasnya buruk. Pelaku memalsukan bukti menggunakan teknik pengolahan media seperti foto maupun video untuk menghindari kemungkinan dirinya menjadi terdakwa.

Cabang pekerjaan IT forensik tidak hanya terbatas pada keempat hal tersebut. Pengumpulan fakta, penelusuran, dan melakukan pembuktian terhadap hal yang abu-abu adalah hal utama yang dilakukan oleh ahli forensik. Perkembangan teknologi maupun jaman akan terus memperbanyak variasi penyelidikan menggunakan media komputerisasi. Gabungan logika, pengalaman, pengetahuan, dan rasa keadilan yang tinggi menjadikan bidang ini menjadi suatu seni untuk mengungkap kasus-kasus hukum.

B.     Tujuan IT Forensik
Adapun tujuannya ialah untuk mengamankan dan menganalisis bukti digital, serta memperoleh berbagai fakta yang objektif dari sebuah kejadian atau pelanggaran keamanan dari sistem informasi. Berbagai fakta tersebut akan menjadi bukti yang akan digunakan dalam proses hukum. Contohnya, melalui Internet Forensik, kita dapat megetahui siapa saja orang yang mengirim email kepada kita, kapan dan dimana keberadaan pengirim. Dalam contoh lain kita bisa melihat siapa pengunjung website secara lengkap dengan informasi IP Address, komputer yang dipakainya dan keberadaannya serta kegiatan apa yang dilakukan pada website kita tersebut.

C.    Tahapan IT Forensik
Dalam melakukan prosesi dari IT Forensik diperlukan beberapa tahapan, yakni:
1.    Pengumpulan Data, Pengumpulan data yang tujuannya meng­i­den­tifikasi berbagai sumber daya yang dianggap urgent dan bagaimana seluruh data dapat terhimpun dengan­ baik.
2.    Pengujian, Pengujian mencakup suatu proses penilaian dan memilah berbagai informasi yang sesuai dari semua data yang telah dikumpulkan, juga bypassing proses atau meminimalisasi berbagai fitur­ dalam sistem operasi dan aplikasi yang bisa menghilangkan data, seperti enkripsi, kompresi, akses mekanisme kontrol, meng­alokasi file, pemeriksanan pemetaanmeta data, mengekstrak file,dan lain – lain.
3.    Analisis, Yang dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan metode. Tugas dari analisis ini mencakup­ banyak kegia­tan, seperti mengidentifikasi user (pengguna) yang terlibat secara tak langsung, lokasi, kejadiaan, perangkat, dan mempertimbangkan bagaimana caranya agar semua komponen itu saling terhubung sampai mendapatkan kesimpulan akhir.

4.    Dokumentasi dan Laporan, Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil­ dokumentasi dan laporan, antara lain sebagai berikut:

a.       Penjelasan Alternatif (Alternative Explanations) – Seorang analis pada dasarnya harus mampu menggunakan pendekatan yang berupa metode untuk menyetujui ataupun menolak setiap penjelasan dari sebuah kasus atau perkara yang diajukan.
b.      Pertimbangan Penilik (Audience Consideration) – Yaitu menyediakan data ataupun informasi kepada audience yang sangat berguna dan diperlukan. Dalam sebuah kasus yang melibatkan sejumlah aturan sangat dibutuhkan laporan yang spesifik berkaitan dengan informasi data yang dikumpulkan. Selain itu juga sangat dibutuhkan­ kopian dari setiap fakta yang diperoleh. Karena ini dapat menjadikan pertimbangan yang sangat ber­alasan.

c.       Actionable Information – Merupakan sebuah proses dokumentasi dan laporan yang mencakup tentang identifikasi actionable information yang diperoleh dari sekumpulan­ jumlah data terdahulu. Dengan­ bantuan sejumlah data tersebut, maka kita dapat memperoleh dan meng­ambil informasi terbaru.


Sumber:
http://sis.binus.ac.id/2014/07/03/it-forensik-2/
http://www.spengetahuan.com/2014/11/komputer-forensik-pengertian-dan-tujuan.html
Read More 0 komentar | Diposting oleh Unknown edit post

0 komentar



Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Beranda Sains

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Beranda Sains

    Barang siapa yang menghendaki dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki keduanya maka harus dengan ilmu

    Fajrul Islam Present

    Website Fajrul Islam UG
    Facebook Fajrul Islam UG
    Twitter Fajrul Islam UG

    About Me !

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Total Tayangan Halaman

    Supported by

    Blog Archive

    • ▼ 2017 (4)
      • ► Juni (1)
      • ▼ Mei (1)
        • IT Forensik
      • ► April (1)
      • ► Maret (1)
    • ► 2016 (2)
      • ► Juni (2)
    • ► 2015 (13)
      • ► Desember (2)
      • ► November (3)
      • ► Oktober (4)
      • ► Juni (1)
      • ► April (1)
      • ► Maret (2)
    • ► 2014 (20)
      • ► Desember (6)
      • ► November (5)
      • ► Oktober (1)
      • ► Juni (3)
      • ► April (2)
      • ► Maret (2)
      • ► Januari (1)
    • ► 2013 (16)
      • ► Desember (2)
      • ► November (2)
      • ► Oktober (2)
      • ► September (10)

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
    • ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI)
      Etika dan Profesionalisme dalam TSI dapat dijabarkan menjadi 3 dasar pengertian untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai etika, ...
    • CARA MEMBUAT GARIS VERTIKAL, HORIZONTAL DAN VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN OPEN GL PADA BAHASA JAVA
         Langkah untuk membuat Menu Membuat Garis pada Open GL dengan menggunakan bahasa pemrogramman java adalah: 1.      Buatlah statemen...
    • 6. ALINEA ATAU PARAGRAF
      Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beber...
    • 2. RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA
                     RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA A.     Ragam Bahasa Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. ...
    • 8. Abstraksi dan Daftar Pustaka
      A.     Pengertian Abstraksi Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ...
    • 3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan Tanda Baca
                             Ejaan Yang Disempurnakan dan Tanda Baca A.      Pengertian EYD EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata...
    • 1. PERAN DAN FUNGSI BAHASA
            PERAN DAN FUNGSI BAHASA A.     Pengertian Bahasa Bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua or...
    • IT Forensik
      A.   Pengertian Dalam dunia penyidikan, forensik di gunakan untuk mengungkap skandal yang terjadi pada suatu kasus dimana dugaan-dugaan s...
    • MODUS-MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
                  Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya sema...
    • Peraturan dan Regulasi Etika dan Profesionalisme TSI
      UU ITE "Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan h...

    Terjemahan

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Beranda Sains. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top