• Home
  • Posts RSS
  • About Me
Blue Orange Green Pink Purple

Semua Berawal dari Ilmu !

Ilmu adalah sumber kehidupan manusia di bumi, mulai dari yang mendasar hingga yang tidak bisa direkam oleh panca indra sekalipun. Mulai dari makan, minum itu memerlukan ilmu, makanan dan minuman apa saja yang harus kita konsumsi guna menjaga stabilitas kesehatan tubuh kita. Dalam beribadah pun kita memerlukan ilmu agar ibadah kita tidak sia-sia karena mengetahui hakikat dari ibadah yang kita jalankan. Maka, mari kita budayakan mencari ilmu dan berbagi ilmu, sekalipun itu merupakan suatu hal ynag remeh.

6. ALINEA ATAU PARAGRAF


Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal paragraf.


A.      Jenis Tulisan dalam Laras Bahasa
Laras bahasa adalah suatu kesesuaian antara bahasa itu sendiri dengan pemakaiannya. Dengan kata lain, suatu bahasa harus sesuai dengan pemakaiannya. Contohnya, jika dalam hal penulisan karya sastra seperti puisi dan pantun, maka laras bahasa yang digunakan adalah laras puisi atau pun laras pantun. Sebaliknya, jika bahasa di gunakan dalam hal penulisan ilmiah, maka laras bahasa yang digunakan adalah laras ilmiah. Laras bahasa memiliki ciri dan gaya penulisannya sendiri yang dapat disampaikan baik dalam bentuk tulisan mau pun penulisan.
Jenis-Jenis Laras Bahasa. Ada dua macam laras bahasa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu laras bahasa biasa dan laras bahasa khusus. Apakah yang dimaksud dengan kedua macam laras bahasa tersebut? Berikut ini adalah pembahasan mengenai jenis-jenis laras bahasa.
1.       Laras bahasa biasa
Laras bahasa biasa adalah laras bahasa yang sering ditemukan dan digunakan oleh masyarakat luas, misalnya laras bahasa yang dipakai dalam bidang hiburan, seperti laras bahasa berita, penerangan, dan lain-lain.

2.       Laras bahasa khusus
Laras bahasa khusus adalah laras bahasa yang digunakan dalam pemakaian khusus yaitu, laras bahasa ilmiah yang dipakai dalam penulisan laporan ilmiah, dan lain-lain.
Kedua jenis laras bahasa ini dapat dibedakan dengan cara melihat beberapa hal berikut ini:
·         Kosakata
·         Gaya Bahasa, dan
·         Tata bahasa. 

B.      Eksposisi, Argumentasi, Narasi dan Deskripsi

1.       Paragraf Eksposisi
Pengertian teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Contoh-contoh teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau Koran.
Macam macam paragraf eksposisi
a)      Eksposisi definisi
b)      Eksposisi proses
c)       Eksposisi klasifikasi
d)      Eksposisi ilustrasi (contoh)
e)      Eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
f)       Eksposisi laporan
Ciri ciri paragraf eksposisi
·         berupa tulisan yang memberikan pegertian dan pengetahuan.
·         menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan, dan bagaimana;
·         disampaikan secara lugas dengan menggunakan bahasa baku
·         Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
Contoh paragraf eksposisi:
a)      Contoh Paragraf Eksposisi Definisi
Bekam atau hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit. menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.
b)      Contoh Paragraf Eksposisi Proses
Hingga saat ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini, warga Desa P hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa bantuan pemerintah belum merata.
c)       Contoh Paragraf Eksposisi Ilustrasi
Kepemimpinan pengangkut ayah dalam rumah tangga ibarat nahkoda yang mengemudikan kapal. Ayah menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarga lainnya. Sama seperti nahkoda yang mengemudikan kapalnya. Bila ia mampu mempimpin keluarganya dengan baik maka akan baik pula keluarga itu, sama halnya dengan kagak yang dikemudikan nahkoda.
d)      Contoh Paragraf Eksposisi Klasifikasi
Ada dua jenis tanaman mini. Pertama Tanaman mini asli. Tanaman ini jika ditanam di tanah tidak dapat besar dan jika di taman di pot ia akan makin kecil, mungil dan cantik. Tanaman ini contohnya adalah anthurium dan chrysantium. Jenis judul tanaman mini yang bukan asli mini. Tanaman ini jika dibiarkan tumbuh di tanah ic akan tumbuh besar dan normal seperti biasa. Jika ditempatkan di pot pertumbuhannya akan jadi lambat. Contoh dari tanaman ini diantaranya adalah palem udang, beringin, dan pohon asam.
2.       Paragraf Argumentasi
Argumentasi berasal dari kata argumen. Jadi paragraf argumentasi adalah paragraf yang isinya pendapat, sikap yang disertai dengan alasan-alasan, contoh-contoh dan bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf tersebut.
Langkah langkah membuat paragraf argumentasi
a.       Menentukan tema atau topik permasalahan yang akan dibahas,
b.      Merumuskan tujuan penulisan,
c.       Mengumpulkan data atau bahan. Data itu bisa berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan yang mendukung.
d.      Menmbuat kerangka karangan.
e.      Mengembangkan kerangka karangan yang telah dibuat sehingga menjadi karangan.

Contoh Paragraf Argumentasi
Selokan ini sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus membersihkan selokan ini supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk tidak akan bersarang dan bertelur di tempat ini.
3.       Paragraf Narasi
Paragraf narasi atau paragraf naratif adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam urutan dan kurun waktu tertentu (Gorys Keraf,Argumentasi dan Narasi, 189: 136).
Atau lebih singkatnya lagi Paragraf nasi merupakan jenis karangan yang mengisahkan sebuah kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.Karangan ini bisa berbentuk paragraf atau cerita nyata yang benar-benar terjadi atau hanya karangan fiktif seperti novel, roman dan cerpen.
Ciri-ciri Paragraf Narasi
·      titik sentral karangan naratif adalah kisah
·      melukiskan perbuatan dan tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu
·      memiliki tokoh yang diceritakan
·      Memiliki alur atau plot dalam penyampaian
Jenis Paragraf Narasi
a.       Paragraf Narasi Ekspositoris
Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif dengan tujuan memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benar-benar terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi. Setiap tahapan  dalam narasi ekspositoris disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik berat pada penggunaan kata yang memiliki makna denotatif dan mementingkan rasio atau logika.
b.      Paragraf Narasi Sugestif
Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa dengan tujuan merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan novel. Jenis paragraf ini biasanya banyak menggunakan bahasa kiasan dengan menggunakan kata kata yang konotatif.

4.       Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang dideskripsikan oleh penulis.
Aspek-aspek yang digambarkan dapat berupa karakterstik, keadaan, sifat atau perasaan yang dimiliki oleh objek tersebut. Tujuan paragarf deskripsi adalah memberi gambaran utuh kepada pembacanya agar mereka mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan jelas baik dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan lain-lain.
Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
a.       Menggambarkan atau melukiskan suatu objek seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
b.      Melibatkan panca indra (pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
c.       Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan kepribadian secara terperinci.
d.      Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang bermakna keadaan atau kata sifat.
Pengembangan Paragraf Deskripsi
Paragraf deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis paragraf, yaitu paragraf deskripsi spatial, subjektif dan objektif
·         Deskripsi Spatial
Paragraf ini menggambarkan atau melukiskan suatu objek yang berupa ruang atau tempat. Contoh:
Ruangan berukuran 7m x 8m ini sungguh sangat nyaman ditempati. Dindingnya dicat dengan warna putih dengan sedikit corak hitam pada bagian bawahnya. 3 buah sofa empuk berwarna biru dan sebuah meja kayu diletakkan di tengah-tengah ruangan. Sebuah rak buku yang lumayan besar diletakan di pojok ruangan bersandar pada dinding. Disana banyak terdapat buku-buku seperti majalah, buku pelajaran, novel yang disusun dengan rapih dan urut. Sebuah pot yang berisi pohon palem kecil disandingkan dengan rak buku itu yang seakan-akan menyatu dengan rak buku yang dicat dengan warna hijau muda. Sirkulasi udara di dalam ruangan itu sangat lancar karena memiliki 2 buah jendela yang cukup besar.  Diluar ruangan, terdapat sebuah taman bunga kecil berukuran 3m x 4m yang ditanami beberapa tanaman hias seperti mawar, melati dan bougenvil. Indahnya taman bunga itu turut menambah kesejukan suasana di ruang OSIS SMA N 3 Suka Maju.
·         Deskripsi Subjektif

Paragraf ini berisi gambaran atau lukisan objek yang didasarkan tafsiran atau kesan perasaan penulisnya. Penulis menggambarkan objek tersebut dengan opini atau kesan pribadinya. Contoh:

Bagi sebagian orang, pantai kapuk merupakan tempat yang kurang menarik karena pengunjungnya yang sepi. Namun, menurutku pantai yang terletak di Kecamatan Suka Jaya ini sangat nyaman dan tenang. Pantai ini juga sangat bersih. Bahkan tidak ada sampah sedikitpun yang ada hanyalah hamparan pasir yang luas. Pemandangan alam di sana pun menurutku sangat cantik. Apalagi jika hari sudah mulai senja, kita akan melihat pemandangan sunset yang indah. Jangan tanya tentang ombaknya, ombak di pantai ini merupakan ombak yang paling bagus. Walupun besar namun tidak begitu deras sehingga cocok untuk para peselancar. Di bagian selatan pantai ini terdapat tumpukan batu-batu besar yang dipercantik dengan ombak yang menghantam pinggiran batu itu. Spot ini sangat cocok untuk berfoto. Itulah beberapa alasan mengapa pantai kapuk ini merupakan pantai yang sangat indah dn nyaman. Walaupun masih sepi, pantai ini tidak kalah indahnya dengan pantai-pantai yang ada di pulau bali.

·         Deskripsi Objektif

Deskripsi objektif adalah suatu paragraf yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek tertentu secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaan yang sebenarnya pada objek tersebut. Paragraf ini tidak disertai dengan opini atau kesan penulis. Contoh:

Pantai Kapuk terletak di Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Mekar Sari, Bandar Lampung. Pantai ini berjarak 15 KM dari pusat kota dan memerlukan waktu sekitar 7 jam untuk tiba di sana. Pantai ini cukup bersih dan tidak ada sampah. Pasir putih yang halus terhampar luas di seluruh pantai itu. Ombaknya cukup besar dan tinggi sehingga tidak dianjurkan untuk berenang di pantai ini. Di bagian selatan terdapat tumpukan batu-batu yang besar dan tinggi. Di bagian timur pantai ini berupa hutan yang masih alami. Sedangkan di bagian barat pantai ini terdapat sungai kecil yang langsung menuju lautan lepas. Hampir di sepanjang pantai ini banyak sekali pohon kelapa yang berbaris rapi seolah olah menjadi pagar alami. Pantai ini berjarak 2 KM dari jalan utama sehingga kita harus memarkirkan kendaraan kita di tempat yang telah disediakan dan kita harus jalan menembus hutan yang cukup lebat untuk melihat keindahan pantai ini.

C.      Syarat Pembentukan Paragraf

Dalam pembentukan/pengembangan paragraf,ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, diantranya:
a.       Kesatuan

Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok.

b.      Kepaduan

Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan kalimat-kalimat yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan, dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan.

c.       Kelengkapan

Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama.

D.      Kalimat Topik dan Peletakannya

1.       Paragraf deduktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh :
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Keterangan :Kalimat yang tercetak miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang lain sebagai penjelas.

2.       Paragraf Induktif
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topic. Contoh:
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.
3.       Paragraf Campuran
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

E.       Pola Pengembangan Paragraf

1.        Pengembangan Umum-Khusus
Paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran penjelas
Contoh:
Pada waktu menulis surat kita harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau marah kita jangan menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan kemarahan itu akan tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang kurang terpikir, terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
2.       Pengembangan Khusus-Umum
Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas kemudian diikuti oleh pikiran pokok atau kesimpulan.
Contoh
Dengan bahasa, manusia dapat menyampaikan bermacam-macam pikiran dan perasaan kepada sesama manusia. Dengan bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan mewariskan semua pengalaman dan pengetahuannya. Seandainya manusia tidak berbahasa, alangkah sunyinya dunia ini. Memang bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.

Oleh : Hanafi Indra
NPM : 13113867
Kelas : 3KA26

Sumber:
http://ellopedia.blogspot.co.id/2010/09/paragraf.html
http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-contoh-teks-eksposisi.html
http://www.prbahasaindonesia.com/2015/08/laras-bahasa-pengertian-jenis-dan-contoh-analisis-laras-bahasa-terbaik.html
http://www.uklis.net/2013/07/pengertian-paragraf-eksposisi-contoh.html
http://www.abimuda.com/2015/04/pengertian-dan-ciri-ciri-paragraf-narasi-beserta-contohnya.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-contoh-paragraf-deskripsi-dan-ciri-cirinya.html
https://ajengtriansari.wordpress.com/2013/07/21/syarat-syarat-pembentukan-dan-pengembangan-paragraf/
https://bagas.wordpress.com/2007/09/26/paragraf-berdasarkan-letak-kalimat-utama/



Read More 0 komentar | Diposting oleh Unknown edit post

0 komentar



Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Beranda Sains

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Beranda Sains

    Barang siapa yang menghendaki dunia maka harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat harus dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki keduanya maka harus dengan ilmu

    Fajrul Islam Present

    Website Fajrul Islam UG
    Facebook Fajrul Islam UG
    Twitter Fajrul Islam UG

    About Me !

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Total Tayangan Halaman

    Supported by

    Blog Archive

    • ► 2017 (4)
      • ► Juni (1)
      • ► Mei (1)
      • ► April (1)
      • ► Maret (1)
    • ► 2016 (2)
      • ► Juni (2)
    • ▼ 2015 (13)
      • ► Desember (2)
      • ▼ November (3)
        • 6. ALINEA ATAU PARAGRAF
        • 5. KALIMAT EFEKTIF
        • 4. DIKSI ATAU PILIHAN KATA
      • ► Oktober (4)
      • ► Juni (1)
      • ► April (1)
      • ► Maret (2)
    • ► 2014 (20)
      • ► Desember (6)
      • ► November (5)
      • ► Oktober (1)
      • ► Juni (3)
      • ► April (2)
      • ► Maret (2)
      • ► Januari (1)
    • ► 2013 (16)
      • ► Desember (2)
      • ► November (2)
      • ► Oktober (2)
      • ► September (10)

    Pengikut

    Diberdayakan oleh Blogger.
    • ETIKA DAN PROFESIONALISME DALAM TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI (TSI)
      Etika dan Profesionalisme dalam TSI dapat dijabarkan menjadi 3 dasar pengertian untuk memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai etika, ...
    • CARA MEMBUAT GARIS VERTIKAL, HORIZONTAL DAN VERTIKAL DENGAN MENGGUNAKAN OPEN GL PADA BAHASA JAVA
         Langkah untuk membuat Menu Membuat Garis pada Open GL dengan menggunakan bahasa pemrogramman java adalah: 1.      Buatlah statemen...
    • 6. ALINEA ATAU PARAGRAF
      Paragraf atau alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beber...
    • 2. RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA
                     RAGAM BAHASA DAN LARAS BAHASA A.     Ragam Bahasa Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. ...
    • 8. Abstraksi dan Daftar Pustaka
      A.     Pengertian Abstraksi Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ...
    • 3. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan Tanda Baca
                             Ejaan Yang Disempurnakan dan Tanda Baca A.      Pengertian EYD EYD (Ejaan yang Disempurnakan) adalah tata...
    • 1. PERAN DAN FUNGSI BAHASA
            PERAN DAN FUNGSI BAHASA A.     Pengertian Bahasa Bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua or...
    • IT Forensik
      A.   Pengertian Dalam dunia penyidikan, forensik di gunakan untuk mengungkap skandal yang terjadi pada suatu kasus dimana dugaan-dugaan s...
    • MODUS-MODUS KEJAHATAN DALAM TEKNOLOGI INFORMASI
                  Perkembangan teknologi informasi-komputer saat ini sudah mencapai pada tahap di mana ukurannya semakin kecil, kecepatannya sema...
    • Peraturan dan Regulasi Etika dan Profesionalisme TSI
      UU ITE "Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik adalah ketentuan yang berlaku untuk setiap orang yang melakukan perbuatan h...

    Terjemahan

  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Beranda Sains. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top