Paragraf atau
alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan
beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi paragraph,
yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh
kalimat dalam paragraf membicarakan satu gagasan(gagasan tunggal).Kepaduan
berarti seluruh kalimat dalam paragraf itu kompak, saling berkaitan mendukung
gagasan tunggal paragraf.
A.
Jenis
Tulisan dalam Laras Bahasa
Laras bahasa
adalah suatu kesesuaian antara bahasa itu sendiri dengan pemakaiannya. Dengan
kata lain, suatu bahasa harus sesuai dengan pemakaiannya. Contohnya, jika dalam
hal penulisan karya sastra seperti puisi dan pantun, maka laras bahasa yang
digunakan adalah laras puisi atau pun laras pantun. Sebaliknya, jika bahasa di
gunakan dalam hal penulisan ilmiah, maka laras bahasa yang digunakan adalah
laras ilmiah. Laras bahasa memiliki ciri dan gaya penulisannya sendiri yang
dapat disampaikan baik dalam bentuk tulisan mau pun penulisan.
Jenis-Jenis Laras Bahasa. Ada dua
macam laras bahasa yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
laras bahasa biasa dan laras bahasa khusus. Apakah yang dimaksud dengan kedua
macam laras bahasa tersebut? Berikut ini adalah pembahasan mengenai jenis-jenis
laras bahasa.
1.
Laras bahasa biasa
Laras
bahasa biasa adalah laras bahasa yang sering ditemukan dan digunakan oleh
masyarakat luas, misalnya laras bahasa yang dipakai dalam bidang hiburan,
seperti laras bahasa berita, penerangan, dan lain-lain.
2.
Laras bahasa khusus
Laras
bahasa khusus adalah laras bahasa yang digunakan dalam pemakaian khusus yaitu,
laras bahasa ilmiah yang dipakai dalam penulisan laporan ilmiah, dan lain-lain.
Kedua jenis laras bahasa ini
dapat dibedakan dengan cara melihat beberapa hal berikut ini:
·
Kosakata
·
Gaya Bahasa, dan
·
Tata bahasa.
B.
Eksposisi,
Argumentasi, Narasi dan Deskripsi
1. Paragraf
Eksposisi
Pengertian
teks eksposisi adalah paragraf atau karangan yang terkandung sejumlah informasi
dan pengetahuan yang disajikan secara singkat, padat, dan akurat. Paragraf
eksposisi ini bersifat Ilmiah atau dapat dikatakan non fiksi. Contoh-contoh
teks eksposisi dapat dilihat berita-berita atau Koran.
Macam macam paragraf eksposisi
a)
Eksposisi definisi
b)
Eksposisi proses
c)
Eksposisi klasifikasi
d)
Eksposisi ilustrasi (contoh)
e)
Eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
f)
Eksposisi laporan
Ciri ciri paragraf eksposisi
·
berupa tulisan yang memberikan pegertian dan
pengetahuan.
·
menjawab pertanyaan tentang apa, mengapa, kapan,
dan bagaimana;
·
disampaikan secara lugas dengan menggunakan
bahasa baku
·
Bersifat netral, dalam artian tidak memihak, dan
memaksakan sikap penulis terhadap pembaca
Contoh paragraf eksposisi:
a) Contoh
Paragraf Eksposisi Definisi
Bekam atau
hijamah ialah sebuah teknik pengobatan yang dilakukan dengan jalan membuang
darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh lewat permukaan kulit.
menurut pemahaman umum, sebenarnya ia berfungsi untuk membuang darah yang telah
rusak atau teroksidasi karena tingginya oksidan dalam tubuh.
b) Contoh
Paragraf Eksposisi Proses
Hingga saat
ini, bantuan untuk para korban letusan gunung merapi belum merata. Hal ini bisa
disaksikan di beberapa wilayah sleman. Misalnya, di Desa P. Sampai saat ini,
warga Desa P hanya makan singkong. Mereka mengambilnya dari beberapa kebun
warga. Jika ada warga yang makan nasi, itu adalah sisa-sisa beras yang mereka
kumpulkan di balik reruntuhan bangunan. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa
bantuan pemerintah belum merata.
c) Contoh
Paragraf Eksposisi Ilustrasi
Kepemimpinan
pengangkut ayah dalam rumah tangga ibarat nahkoda yang mengemudikan kapal. Ayah
menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap anggota keluarga
lainnya. Sama seperti nahkoda yang mengemudikan kapalnya. Bila ia mampu
mempimpin keluarganya dengan baik maka akan baik pula keluarga itu, sama halnya
dengan kagak yang dikemudikan nahkoda.
d) Contoh
Paragraf Eksposisi Klasifikasi
Ada dua jenis
tanaman mini. Pertama Tanaman mini asli. Tanaman ini jika ditanam di tanah
tidak dapat besar dan jika di taman di pot ia akan makin kecil, mungil dan
cantik. Tanaman ini contohnya adalah anthurium dan chrysantium. Jenis judul
tanaman mini yang bukan asli mini. Tanaman ini jika dibiarkan tumbuh di tanah
ic akan tumbuh besar dan normal seperti biasa. Jika ditempatkan di pot
pertumbuhannya akan jadi lambat. Contoh dari tanaman ini diantaranya adalah
palem udang, beringin, dan pohon asam.
2. Paragraf
Argumentasi
Argumentasi
berasal dari kata argumen. Jadi paragraf argumentasi adalah paragraf yang
isinya pendapat, sikap yang disertai dengan alasan-alasan, contoh-contoh dan
bukti-bukti yang meyakinkan sehingga pembaca akan membenarkan isi paragraf
tersebut.
Langkah langkah membuat paragraf
argumentasi
a. Menentukan
tema atau topik permasalahan yang akan dibahas,
b. Merumuskan
tujuan penulisan,
c. Mengumpulkan
data atau bahan. Data itu bisa berbentuk: bukti-bukti, fakta, atau pernyataan
yang mendukung.
d. Menmbuat
kerangka karangan.
e. Mengembangkan
kerangka karangan yang telah dibuat sehingga menjadi karangan.
Contoh Paragraf
Argumentasi
Selokan ini
sangat kotor. Sampah sampah berserakan di sana sini. Nyamuk senang bersarang
dan bertelur di sini karena airnya menggenang. Oleh sebab itu kita harus
membersihkan selokan ini supaya air lancar mengalir. Dengan demikian nyamuk
tidak akan bersarang dan bertelur di tempat ini.
3. Paragraf
Narasi
Paragraf
narasi atau paragraf naratif adalah suatu bentuk wacana yang berusaha
menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam
urutan dan kurun waktu tertentu (Gorys Keraf,Argumentasi dan Narasi, 189: 136).
Atau lebih
singkatnya lagi Paragraf nasi merupakan jenis karangan yang mengisahkan sebuah
kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.Karangan ini bisa berbentuk
paragraf atau cerita nyata yang benar-benar terjadi atau hanya karangan fiktif
seperti novel, roman dan cerpen.
Ciri-ciri Paragraf Narasi
·
titik sentral karangan naratif adalah kisah
·
melukiskan perbuatan dan tindakan yang terjadi
dalam suatu rangkaian waktu
·
memiliki tokoh yang diceritakan
·
Memiliki alur atau plot dalam penyampaian
Jenis Paragraf Narasi
a.
Paragraf Narasi Ekspositoris
Yaitu paragraf
narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif dengan tujuan
memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benar-benar
terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi.
Setiap tahapan dalam narasi ekspositoris
disampaikan dengan bahasa yang informatif dengan titik berat pada penggunaan
kata yang memiliki makna denotatif dan mementingkan rasio atau logika.
b.
Paragraf Narasi Sugestif
Yaitu paragraf
narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa dengan tujuan
merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan
novel. Jenis paragraf ini biasanya banyak menggunakan bahasa kiasan dengan
menggunakan kata kata yang konotatif.
4. Paragraf
Deskripsi
Paragraf
deskripsi adalah sebuah paragraf yang menggambarkan atau melukiskan sebuah
objek tertentu melalui kata-kata yang bisa merangsang panca indera sehingga
pembaca seolah-olah melihat atau merasakan sendiri benda objek yang
dideskripsikan oleh penulis.
Aspek-aspek yang digambarkan
dapat berupa karakterstik, keadaan, sifat atau perasaan yang dimiliki oleh
objek tersebut. Tujuan paragarf deskripsi adalah memberi gambaran utuh kepada
pembacanya agar mereka mengetahui apa yang sedang dibicarakan dengan jelas baik
dalam hal bentuk fisik ataupun wujud yang abstrak seperti sikap, rasa dan
lain-lain.
Ciri-Ciri Paragraf Deskripsi
a.
Menggambarkan atau melukiskan suatu objek
seperti benda, tempat, atau suasana tertentu.
b.
Melibatkan panca indra (pendengaran,
penglihatan, penciuman, pengecapan, dan perabaan).
c.
Menjelaskan ciri-ciri fisik dan sifat objek
tertentu seperti warna, ukuran, bentuk, dan kepribadian secara terperinci.
d.
Banyak ditemukan kata-kata atau frase yang
bermakna keadaan atau kata sifat.
Pengembangan Paragraf Deskripsi
Paragraf
deskripsi dapat dikembangkan menjadi 3 jenis paragraf, yaitu paragraf deskripsi
spatial, subjektif dan objektif
·
Deskripsi Spatial
Paragraf ini menggambarkan atau melukiskan suatu objek yang berupa
ruang atau tempat. Contoh:
Ruangan berukuran 7m x 8m ini sungguh sangat nyaman ditempati.
Dindingnya dicat dengan warna putih dengan sedikit corak hitam pada bagian
bawahnya. 3 buah sofa empuk berwarna biru dan sebuah meja kayu diletakkan di
tengah-tengah ruangan. Sebuah rak buku yang lumayan besar diletakan di pojok
ruangan bersandar pada dinding. Disana banyak terdapat buku-buku seperti
majalah, buku pelajaran, novel yang disusun dengan rapih dan urut. Sebuah pot
yang berisi pohon palem kecil disandingkan dengan rak buku itu yang seakan-akan
menyatu dengan rak buku yang dicat dengan warna hijau muda. Sirkulasi udara di
dalam ruangan itu sangat lancar karena memiliki 2 buah jendela yang cukup
besar. Diluar ruangan, terdapat sebuah
taman bunga kecil berukuran 3m x 4m yang ditanami beberapa tanaman hias seperti
mawar, melati dan bougenvil. Indahnya taman bunga itu turut menambah kesejukan
suasana di ruang OSIS SMA N 3 Suka Maju.
·
Deskripsi Subjektif
Paragraf
ini berisi gambaran atau lukisan objek yang didasarkan tafsiran atau kesan
perasaan penulisnya. Penulis menggambarkan objek tersebut dengan opini atau
kesan pribadinya. Contoh:
Bagi
sebagian orang, pantai kapuk merupakan tempat yang kurang menarik karena
pengunjungnya yang sepi. Namun, menurutku pantai yang terletak di Kecamatan
Suka Jaya ini sangat nyaman dan tenang. Pantai ini juga sangat bersih. Bahkan
tidak ada sampah sedikitpun yang ada hanyalah hamparan pasir yang luas.
Pemandangan alam di sana pun menurutku sangat cantik. Apalagi jika hari sudah
mulai senja, kita akan melihat pemandangan sunset yang indah. Jangan tanya
tentang ombaknya, ombak di pantai ini merupakan ombak yang paling bagus.
Walupun besar namun tidak begitu deras sehingga cocok untuk para peselancar. Di
bagian selatan pantai ini terdapat tumpukan batu-batu besar yang dipercantik
dengan ombak yang menghantam pinggiran batu itu. Spot ini sangat cocok untuk
berfoto. Itulah beberapa alasan mengapa pantai kapuk ini merupakan pantai yang
sangat indah dn nyaman. Walaupun masih sepi, pantai ini tidak kalah indahnya
dengan pantai-pantai yang ada di pulau bali.
·
Deskripsi Objektif
Deskripsi
objektif adalah suatu paragraf yang menggambarkan atau melukiskan suatu objek
tertentu secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaan yang
sebenarnya pada objek tersebut. Paragraf ini tidak disertai dengan opini atau
kesan penulis. Contoh:
Pantai
Kapuk terletak di Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Mekar Sari, Bandar Lampung.
Pantai ini berjarak 15 KM dari pusat kota dan memerlukan waktu sekitar 7 jam
untuk tiba di sana. Pantai ini cukup bersih dan tidak ada sampah. Pasir putih
yang halus terhampar luas di seluruh pantai itu. Ombaknya cukup besar dan
tinggi sehingga tidak dianjurkan untuk berenang di pantai ini. Di bagian
selatan terdapat tumpukan batu-batu yang besar dan tinggi. Di bagian timur
pantai ini berupa hutan yang masih alami. Sedangkan di bagian barat pantai ini
terdapat sungai kecil yang langsung menuju lautan lepas. Hampir di sepanjang
pantai ini banyak sekali pohon kelapa yang berbaris rapi seolah olah menjadi
pagar alami. Pantai ini berjarak 2 KM dari jalan utama sehingga kita harus
memarkirkan kendaraan kita di tempat yang telah disediakan dan kita harus jalan
menembus hutan yang cukup lebat untuk melihat keindahan pantai ini.
C.
Syarat
Pembentukan Paragraf
Dalam
pembentukan/pengembangan paragraf,ada beberapa persyaratan yang harus
diperhatikan, diantranya:
a.
Kesatuan
Fungsi
paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam
pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang
dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah
paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua
kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok.
b.
Kepaduan
Sebuah
paragraf bukanlah sekedar kumpulan kalimat-kalimat yang berdiri
sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan
timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan,
dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis
tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan.
c.
Kelengkapan
Suatu paragraf
dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang
kejelasan kalimat topik/gagasan utama.
D.
Kalimat
Topik dan Peletakannya
1.
Paragraf deduktif
Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
dengan kalimat-kalimat penjelas. Contoh :
Kemauannya
sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu
harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari
ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Keterangan :Kalimat yang tercetak
miring sebagai pokok pikiran sedangkan yang lain sebagai penjelas.
2.
Paragraf Induktif
Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan
kalimat topic. Contoh:
Semua orang
menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa,
sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi
tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan
efisien.
3.
Paragraf Campuran
Paragraf yang
dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti
kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.
Kalimat topik yang ada pada akhir
paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. Contoh:
Dalam
kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan
apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana
komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia
tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
E. Pola Pengembangan Paragraf
1. Pengembangan Umum-Khusus
Paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti
oleh pikiran-pikiran penjelas
Contoh:
Pada waktu menulis surat kita
harus tenang. Kalau sedang sedih, bingung, kesal, atau marah kita jangan
menulis surat. Kesedihan, kebingungan, kekesalan, dan kemarahan itu akan
tergambar dalam surat kita. Mungkin akan tertulis kata-kata yang kurang terpikir,
terburu nafsu, dan dapat merusak suasana.
2. Pengembangan
Khusus-Umum
Paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas
kemudian diikuti oleh pikiran pokok atau kesimpulan.
Contoh
Dengan bahasa, manusia dapat
menyampaikan bermacam-macam pikiran dan perasaan kepada sesama manusia. Dengan
bahasa pula, manusia dapat mewarisi dan mewariskan semua pengalaman dan
pengetahuannya. Seandainya manusia tidak berbahasa, alangkah sunyinya dunia
ini. Memang bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia.
Oleh : Hanafi Indra
NPM : 13113867
Kelas : 3KA26
Sumber:
http://ellopedia.blogspot.co.id/2010/09/paragraf.html
http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-contoh-teks-eksposisi.html
http://www.prbahasaindonesia.com/2015/08/laras-bahasa-pengertian-jenis-dan-contoh-analisis-laras-bahasa-terbaik.html
http://www.uklis.net/2013/07/pengertian-paragraf-eksposisi-contoh.html
http://www.abimuda.com/2015/04/pengertian-dan-ciri-ciri-paragraf-narasi-beserta-contohnya.html
http://www.kelasindonesia.com/2015/03/pengertian-contoh-paragraf-deskripsi-dan-ciri-cirinya.html
https://ajengtriansari.wordpress.com/2013/07/21/syarat-syarat-pembentukan-dan-pengembangan-paragraf/
https://bagas.wordpress.com/2007/09/26/paragraf-berdasarkan-letak-kalimat-utama/

Posting Komentar