A. Pengertian
Ilmu Sosial Dasar
Ilmu
sosial pasti berkaitan erat dengan aktivitas sosial manusia pada setiap
harinya, karena manusia itu adalah termasuk makhluk Tuhan yang butuh untuk
bersosialisasi atau berinteraksi dengan manusia lain yang berada di
lingkungannya. Dengan demikian, maka ilmu sosial dasar bisa di artikan sebagai
ilmu yang mempelajari tentang kehidupan sosial manusia, tentang bagaimana cara
manusia itu berinteraksi dengan individu lain, ataupun dengan kelompok sosial
lainnya. Jika menurut pendapat George Herbet Mead bahwa dalam bersosialisasi
manusia akan melalui beberapa tahap, antara lain, tahap “persiapan” (preparatory stage), tahap ini dialamai
oleh setiap manusia sejak dilahirkan, moment seorang anak menyiapkan diri mengenal
dunia sosialnya. Tahap ini anak mulai meniru kegiatan yang dilakukan orang
tuanya atau orang di sekitarny,. Lalu tahap “meniru” (play stage), pada tahap ini semakin sempurna seorang anak meniru
peran yang dilakukan orang dewasa, anak telah menyadari tentang yang dilakukan
orang disekitarnya. Kemudian tahap “siap bertindak” (game stage), pada tahap ini individu sudah mulai berkurang dalam
meniru, karena dalam tahap ini individu akan mulai bertindak kepada
teman-temannya dengan tindakkan yang diinginkan oleh dirinya sendiri. Dan tahap
“penerimaan norma kolektif” (generalized
stage/generalized other) , seseorang dapat dikatakan dewasa dalam tahap ini
karena individu yang dewasa akan lebih mengetahui bagaimana cara dia
menempatkan posisinya dengan tepat.
Adapun pengertian ilmu sosial dasar jika menurut beberapa ahli dalam bidangnya adalah:
Adapun pengertian ilmu sosial dasar jika menurut beberapa ahli dalam bidangnya adalah:
a.
LEWIS
Sosial
adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam
interaksi
sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.
b.
RUTH
AYLETT
Sosial
adalah sesuatu yang dipahami sebagai sebuah perbedaan namun tetap
inheren
dan terintegrasi.
c.
PAUL
ERNEST
Sosial
lebih dari sekedar jumlah manusia secara individu karena mereka
terlibat
dalam berbagai kegiatan bersama.
d.
LENA
DOMINELLI
Sosial
adalah merupakan bagian yang tidak utuh dari sebuah hubungan
manusia
sehingga membutuhkan pemakluman atas hal-hal yang bersifat rapuh
di
dalamnya.
e.
PETER
HERMAN
Sosial
adalah sesuatu yang dipahami sebagai suatu perbedaan namun tetap
merupakan
sebagai satu kesatuan .
f.
ENGIN
FAHRI. I
Sosial
adalah sebuah inti dari bagaimana para individu berhubungan walaupun masih juga
diperdebatkan tentang pola berhubungan para individu tersebut.
Dalam hal ini, maka ilmu sosial dasar bisa
dijadikan sebagai jalan keluar atau penuntun kepada individu yang mempunyai
permasalahan dengan kehidupan sosialnya agar terhindar dari permasalahan
sosialisasi yang berkepanjangan.
Bersosialisasi sangatlah penting
bagi manusia yang memang tidak bisa hidup tanpa manusia lainnya, begitulah
hukum alam yang Tuhan ciptakan. Sosialisasi dibagi menjadi dua jenis yang
berbeda, yaitu Sosialisasi Primer (sosialisasi dalam keluarga) dan Sosialisasi
Sekunder (sosialisasi dalam masyarakat. Sosialisasi primer berlaku bagi anak
usia 1-5 tahun, karena di usia inilah manusia sangat membutuhkan sosialisasi
dengan keluarganya yang berada dalam kehidupan sehari-harinya, sifat dan
tingkah laku seorang anak kedepannya ditentukan dengan bagaimana hubungan atau
interaksi seorang anak terhadap anggota keluarganya terutama orangtua. Sedangkan
sosialisasi sekunder adalah
sosialisasi yang dilakukan setelah proses sosialisasi primer berlangsung,
karena sosialisasi sekunder itu adalah proses sosialisasi yang dilakukan
individu dengan masyarakat sekitarnya, karena menurut hukum alam, manusia tak akan bisa hidup tanpa
bantuan atau interaksi dengan manusia lainnya. Dan dalam proses ini,
masyarakatlah yang menilai bagaimana sikap dan kepribadian kita dalam
bersosialisasi terhadap mereka. Maka perbaikan diri dalam bersosialisasi akan
dapat dilakukan jika ada masyarakat yang mengkritik kita secara langsung.
B. Masyarakat
dan Kebudayaan
Kebudayaan
sangatlah penting bagi masyarakat, karena dengan kebudayaanlah manusia
mempunyai cirri khas masing-masing dalam bersosialisasi terhadap lingkungannya,
adapaun pengertian kebudayaan menurut E. B. Tylor bahwa kebudayaaan adalah
keseluruhan yang kompleks, yang mana didalamnya terkandung ilmu pengetahuan
yang lain serta kebiasaan yang didapat manusia sebagai anggota didalam
kehidupan masyarakat tersebut. Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki
sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang
memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan
induknya. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya
karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan,
pandangan politik dan gender.
Dalam
kehidupan berbudaya, suatu lingkup masyarakat akan mempunyai lebih dari dua
kebudayaan yang berbeda atau biasanya disebut masyarakat Multikultural. Jadi,
dalam lingkup masyarakat tersebut pasti ada diantara mereka yang memiliki
kebudayaan yang berbeda-beda, karena Negara pun pastinya memiliki berbagai
macam kebudayaan yang berbeda-beda. Masyarakat multicultural tersusun atas
berbagai budaya yang menjadi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan
kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman budaya tersebut berfungsi untuk
mempertahankan dasar identitas diri dan integrasi sosial masyarakatnya.
Adapun
tujuan kebudayaan yang berguna untuk masyarakat adalah:
·
Mengusahakan
kepekaan masyarakat terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka akan lebih
mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru.
·
Memperluas
kesempatan bagi masyarakat untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang
masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis merka terhadap
persoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
·
Berusaha
menjembatani akademisi masyarakat, agar lebih dapat berdialog satu sama lain.
Dengan memiliki bekal yang sama, diharapkan agar para akademisi dapat lebih
lancar berkomunikasi.
Maka,
betapa amat pentingnya kebudayaan bagi kehidupan bermasyarakat, bagaikan air
dan molekul-molekulnya yang tak mungkin terpisahkan. Jadi, jangan tinggalkan
budaya masyarakat kita yang terkenal dengan kesopanan dan keramahannya.
Artikel ini bersumber dari beberapa buku yang saya baca dan website yang saya kunjungi dan kemudian di modifikasi. Berikut adalah daftar pustaka yang saya ambil:
Oleh,
Nama : Hanafi Indra Pribadi
Tylor,
E. Burnett. 1871. Primitive culture: researches into the
development of mythology, philosophy, religion, art, and custom. Britannica, Southern England: Universitas Oxford.
Waluya, Bagja. 2009. Menyelami
Fenomena Sosial di Masyarakat 2.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Oleh,
Nama : Hanafi Indra Pribadi
NPM : 13113867
Kelas : 1KA34
Sistem Informasi Universitas Gunadarma

Posting Komentar