Manusia difitrahkan dan ditugaskan oleh Allah Tuhan
semsesta alam untuk melakukan kebajikan dan menjadikan kehidupa dibumi ini
subur aman sentosa. Kesemua itu merupakan kewajiban mausia sebagai makhluk yang
palig mempunyai akal sehat dimuka bumi ini, dan sebab kesemua kewajiban
tersebut akan dipertanggungjawabkan dihadapan tuhan kelak.
Namun, justru manusia yang saharusnya menciptakan
kebajikan dan kebahagiaan dimuka bumi, karena budaya mereka yang senang merusak
justru akan menjadikan manusia sebagai makhluk social yang terkena dengan
ketidaktanggungjawabannya akan kewajiban. Hanya manusia-manusia tertentulah
yang mampu menahan hawa nafsunya untuk tidak terjerumus pada kerusakan yang
sesungguhnya akan mematikan hati mereka sendiri, nurani mereka akan ternodai
dengan budaya merusak itu sendiri. Padahal, seyogyanya hati nurani manusia
tercipta dengan kemurnian fitrah baik. Tetapi apalah daya, manusia yag lemah
akan mudah bergejolak hatinya dan cenderung kepada budaya yang merusak.
Semua kehidupan dimuka bumi hamper rusak, bauk rusak
dalam arti sesungguhnya maupun dalam arti lain. Dapat puna diartikan sebagai
rusaknya moral manusia pada saat ini karena pengaruh modernisasi dan
perkembangan zaman, manusia jadi terlalu apatis dengan kehidupan disekitar
lingkungannya. Sifat yang menyebabkan rusaknya budaya moral manusia saat ini
adalah, sifat individualism yaitu dengan arti sifat yang mementingkan diri
sendiri. Padahal manusia sejatinya mempunyai sifat yang bersosisalisasi, namun
justru saat ini telah berubah karena terbawa arus perkembangan zaman yang
cenderung hedonism, yang cenderung gengsi dan mementingkan diri sendiri tanpa
memperhatikan dampak yang akan mereka dapatkan untuk lingkungan sekitarnya.
Budaya, moral, dan etika manusia akan dapat kembali
sebagaimana mestinya lagi, jika manusia memang benar-benar mau membangun alam
bumi ini dengan penuh segala kerendahan hati dan kebersamaan gotong royong
tanpa ada pertumpahan darah dibelahan bumi manapun seperti yang terjadi pada
masa-masa saat ini. Maka kehidupan akan kembali harmonis dan bumi pun akan
hidup subur sebagaimana yang Tuhan inginkan.
Oleh: Hanafi Indra Pribadi
Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi Universitas Gunadarma
Kelas 1KA34 angkatan 2013

Posting Komentar