A. Pengertian
Budaya
Secara bahasa, budaya atau kebudayaan berasal
dari bahasa sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan
bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai
hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Sedagkan secara istilah, Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari
generasi ke generasi. Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik,
adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni. Bahasa,
sebagaimana juga budaya,
merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung
menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan
orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya,
membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup
menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya
turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar
dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
B.
Keterkaitan antara Indoesia dengan Kebudayaan Islam
Sesuai pengertian budaya, maka kebudayaan
islam pun demikian, yakni menyangkut masalah kebiasaan pola kegiatan umat-umat
muslim di seluruh dunia pasa zaman sebelum kita. Tak jauh di Negara kita
Indonesia pun yang berawal dengan berdirinya beberapa kerajaan islam di
Indonesia salah satunya adalah Kerajaan Majapahit yang Berjaya pada masa itu.
Maka, tak terelakkan lagi bahwa Indonesia sangat erat kaitannya dengan
kebudayaan-kebudayaan kerajaan islam.
C.
Awal Mula Islam Masuk ke Indonesia
Pada tahun
675 di pantai Barat Sumatera telah terdapat perkampungan Arab Islam. Dengan
pertimbangan bangsa Arab telah mendirikan perkampungan perdagangannya di Kanton
pada abad ke-4. Perkampungan perdagangan ini mulai dibicarakan pada tahun 618 M
dan 628 M. Tahun-tahun berikutnya perkembangan perkampungan perdagangan ini
mulai mempraktikan ajaran agama Islam. Hal ini mempengaruhi pula perkampungan
Arab yang terdapat di sepanjang jalan perdagangan di Asia Tenggara.
Tetapi
masih banyak lagi teori mengenai sejarah awal mulanya masuk Islam ke Indonesia.
Namun pada intiya tetap sama yakni yang pada abad ke-7 bangsa arab yang sudah
mempunyai hubungan perdagangan dengan Indonesia yang saat itu belum menjadi
sebuah Negara kesatuan.
D.
Pengaruh Kebudayaan Islam terhadap Kebudayaan di
Indonesia
Sebelum Islam masuk dan berkembang,
Indonesia sudah memiliki corak kebudayaan yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan
Budha. Dengan masuknya Islam, Indonesia kembali mengalami proses akulturasi
(proses bercampurnya dua (lebih) kebudayaan karena percampuran bangsa-bangsa
dan saling mempengaruhi), yang melahirkan kebudayaan baru yaitu kebudayaan
Islam Indonesia. Masuknya Islam tersebut tidak berarti kebudayaan Hindu dan
Budha hilang. Bentuk budaya sebagai hasil dari proses akulturasi tersebut,
tidak hanya bersifat kebendaan/material tetapi juga menyangkut perilaku
masyarakat Indonesia, yaitu:
1.
Seni Bangnan
Wujud akulturasi dalam seni bangunan
dapat terlihat pada bangunan masjid, makam, istana. Masjid Aceh merupakan salah satu masjid kuno di Indonesia.
Masjid adalah tempat ibadahnya orang Islam.
Masjid di Indonesia pada zaman madya biasanya mempunyai
cirri khas tersendiri, diantaranya :
·
Atapnya berbentuk “atap tumpang”
yaitu atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, 3 atau 5 seperti di
Jawa dan Bali pada masa Hindu.
·
Tidak adanya menara. Pada masa itu
masjid yang mempunyai menara hanya masjid Banten dan masjid Kudus.
·
Biasanya masjid dibuat dekat istana,
berada di sebelah utara atau selatan. Biasanya didirikan di tepi barat
alun-alun. Letak masjid ini melambangkan bersatunya rakyat dan raja sesama
makhluk Allah. Selain di alun-alun, masjid juga dibangun di tempat-tempat
keramat, yaitu makam wali, raja atau ahli agama. Bentuk perkembangannya sesuai
dengan perkembangan zaman. Sekarang kebanyakan masjid atasnya berbentuk kubah
dan ada menara, ini merupakan pengaruh dari Timur tengah dan India.
2.
Seni Rupa
Tradisi Islam tidak menggambarkan
bentuk manusia atau hewan. Seni ukir relief yang menghias Masjid, makam Islam
berupa suluran tumbuh-tumbuhan namun terjadi pula Sinkretisme (hasil perpaduan
dua aliran seni logam), agar didapat keserasian.
3.
Aksara Seni dan Sastra
Tersebarnya agama Islam ke Indonesia
maka berpengaruh terhadap bidang aksara atau tulisan, yaitu masyarakat mulai
mengenal tulisan Arab, bahkan berkembang tulisan Arab Melayu atau biasanya
dikenal dengan istilah Arab gundul yaitu tulisan Arab yang dipakai untuk
menuliskan bahasa Melayu tetapi tidak menggunakan tanda-tanda a, i, u seperti
lazimnya tulisan Arab. Di samping itu juga, huruf Arab berkembang menjadi seni
kaligrafi yang banyak digunakan sebagai motif hiasan ataupun ukiran. Sedangkan
dalam seni sastra yang berkembang pada awal periode Islam adalah seni sastra
yang berasal dari perpaduan sastra pengaruh Hindu – Budha dan sastra Islam yang
banyak mendapat pengaruh Persia. Dengan demikian wujud akulturasi dalam seni
sastra tersebut terlihat dari tulisan/aksara yang dipergunakan yaitu
menggunakan huruf Arab Melayu (Arab Gundul) dan isi ceritanya juga ada yang
mengambil hasil sastra yang berkembang pada jaman Hindu. Bentuk seni sastra
yang berkembang adalah:
a)
Hikayat yaitu cerita atau dongeng
yang berpangkal dari peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk
peristiwa atau tokoh sejarah. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan
bebas atau prosa). Contoh hikayat yang terkenal yaitu Hikayat 1001 Malam,
Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Pandawa Lima (Hindu), Hikayat Sri Rama (Hindu).
b)
Babad adalah kisah rekaan pujangga
keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah contohnya Babad Tanah Jawi
(Jawa Kuno), Babad Cirebon.
c)
Suluk adalah kitab yang
membentangkan soal-soal tasawwuf contohnya Suluk Sukarsa, Suluk Wijil, Suluk
Malang Sumirang dan sebagainya.
Bentuk seni sastra tersebut di atas, banyak berkembang di
Melayu dan Pulau Jawa. Tetapi kedatangan Islam ke Indonesia membawa pengaruh
cukup besar bagi kebudayaan Indonesia. Tetapi bukan berarti menghapus semua
yang ada sebelumnya. Misalnya, kesenian wayang yang telah ada sebelum kedatangan
Islam. Bahkan wayang ini digunakan para wali untuk menyebarkan agama Islam.
4. Sistem Pemerintahan
Dalam pemerintahan, sebelum Islam
masuk Indonesia, sudah berkembang pemerintahan yang bercorak Hindu ataupun
Budha. Tetapi setelah Islam masuk, maka kerajaan-kerajaan yang bercorak
Hindu/Budha mengalami keruntuhannya dan digantikan peranannya oleh
kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka dan
sebagainya. Sistem pemerintahan yang bercorak Islam, rajanya bergelar Sultan
atau Sunan seperti halnya para wali dan apabila rajanya meninggal tidak lagi
dimakamkan dicandi/dicandikan tetapi dimakamkan secara Islam.
5. Sistem Kalender
Sebelum budaya Islam masuk ke
Indonesia, masyarakat Indonesia sudah mengenal Kalender Saka (kalender Hindu)
yang dimulai tahun 78M. Dalam kalender Saka ini ditemukan nama-nama pasaran
hari seperti legi, pahing, pon, wage dan kliwon. Setelah berkembangnya Islam
Sultan Agung dari Mataram menciptakan kalender Jawa, dengan menggunakan
perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah (Islam).
Daftar
Isi
http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya#Definisi_Budaya
http://penaraka.blogspot.com/2012/12/awal-masuknya-islam-ke-indonesia.html
http://ikifuturity.wordpress.com/2012/08/11/pengaruh-kebudayaan-islam-terhadap-kebudayaan-indonesia/
Drs. Sukadi. 2002. IPS Sejarah untuk SLTP kelas 1.
Jakarta : Ganeca Exact
Hartini, Dwi. 2007.Masuknya Pengaruh Islam di
Indonesia. Pdf. Adobe Reader.
Samlawi, Fakih. 1989. Konsep Dasar IPS. Jakarta :
Depdikbud.
Oleh: Hanafi Indra Pribadi
NPM: 13113867
Kelas: 1KA34
Matakuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar.

Posting Komentar